This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 11 September 2017

"Tari Saronde"

 Tari Saronde adalah tarian tradisional dari Provinsi Gorontalo. Tari Saronde ini adalah merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat Gorontalo yang diangkat dari tradisi masyarakat Gorontalo saat malam pertunangan dalam rangkaian upacara perkawinan adat. Pada awalnya, tari saronde dilakukan oleh pengantin, demikian juga dengan orang yang diminta untuk menari ketika dikalungkan selendang oleh pengantin dan para penari dengan iringan musik rebana dan nyanyian vokal, diawali dengan tempo lambat yang semakin lama semakin cepat.
Dalam perkembangannya tari Saronde ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita yang menari dengan gerakan yang khas dan menggunakan seledang sebagai atribut menarinya. Akan tetapi selain menjadi bagian dari acara pernikahan adat, Tari Saronde juga sering ditampilkan dalam acara seperti penyambutan, pertunjukan seni, dan festival budaya.
Untuk gerakan dalam Tari Saronde biasanya lebih didominasi oleh gerakan mengayunkan kaki dan tangan ke depan secara bergantian. Penari juga sering memainkan selendangnya dengan berputar-putar. Selain dilakukan secara berpasangan, formasi penari pun sering berubah-ubah sehingga menggambarkan keceriaan dan kebahagian dari para penari.
Tari Saronde biasanya diiringi oleh iringan musik rebana dan nyanyian vokal. Lagu yang dinyanyikan untuk mengiringi tarian ini biasanya merupakan lagu khusus Tari Saronde. sedangkan tempo yang dimainkan dalam mengiringi tarian ini biasanya disesuaikan dengan lagu dan gerakan para penari.
Demikian Sobat tradisi, 3 tari tradisional Gorontalo yang bisa kami persembahkan untuk Sobat semua, semoga bermanfaat dan sampai berjumpa lagi pada artikel selanjutnya.

"Tari Polopalo"

Tari Polopalo merupakan tari pergaulan yang berasal dari Provinsi Gorontalo. Polopalo sendiri merupakan sebuah alat musik tradisional yang berasal dari Gorontalo. Alat musik tradisional Polopalo merupakan alat musik jenis idiofon atau golongan alat musik yang sumber bunyinya diproleh dari badannya sendiri (M. Soeharto 1992 : 54), Dalam artian bahwa ketika Polopalo tersebut di pukul atau sebaliknya memperoleh pukulan, bunyinya akan dihasilkan dari proses bergetarnya seluruh tubuh Polopalo tersebut.

Adapun tarian Polopalu memang menggunakan properti yang berupa alat musik polopalo tersebut. Tari Tradisional dari Gorontalo ini, pada akhirnya mengalami banyak perkembangan, sehingga pada saat ini Tari Polopalo terbagi menjadi dua, yaitu tari polopalo tradisional dan tari polo palo modern.
Kedua tarian polo palo tradisional dan modern memiliki beberapa perbedaan, antara lain jumlah penarinya. Tari polo -" palo tradisional biasanya dimainkan oleh penari tunggal yang diringi oleh musik yang dimainkan sendiri atau solo. Selain itu tari polo - palo modern lebih sering ditampilkan secara berkelompok dengan iringan musik yang sudah diaransemen.
Pada tari polo -" palo tradisional pemukul tidak hanya dimainkan dengan cara memukulkannya pada alat musik tetapi juga pada bagian anggota penari khususnya lutut dengan irama yang beraturan. Sedangkan pada tari polo -" palo modern, pemukul hanya dipukulkan pada alat musiknya, tidak pada bagian tubuh.
TARIAN DANA DANA
Tari dana-dana adalah tarian tradisi yang berasal dari Provinsi Gorontalo. Penamaan tari Dana-dana ini berasal dari bahasa daerah yaitu daya-dayango yang berarti menggerakkan seluruh anggota tubuh sambil berjalan.
Tari dana-dana merupakan tari pergaulan remaja gorontalo. Tarian ini dilakukan oleh 2 sampai 4 orang laki-laki. Tarian ini dimainkan dengan gerakan-gerakan yang dinamis dan lincah. Dalam tarian ini seluruh anggota badan harus bergerak sesuai dengan irama musik. Tarian ini diiringi oleh alat musik gambus dan rebana serta lagu berisi pantun yang bertema percintaan atau nasehat-nasehat yang bertemakan kehidupan remaja. Tarian dana-dana memang menggambarkan sosok remaja yang energik dengan gairah hidup yang besar, kehidupan dunia remaja dan keakraban pergaulan remaja.
Tarian dana-dana dari Gorontalo ini mulai dikenal seiring dengan masuknya pengaruh agama Islam ke Gorontalo. Pada tahun 1525 M, Tari Dana-Dana turut serta menyebarkan dakwah Islam di Gorontalo. Tarian ini dipentaskan pada saat pesta pernikahan Sultan Amay dan Putri Owotango. Tarian ini sebenarnya dibawakan secara berpasang-pasangan antara remaja laki-laki dan perempuan. Akan tetapi, ketatnya ajaran Islam pada saat itu tidak mengijinkan laki-laki bisa dengan mudah menyentuh perempuan yang bukan muhrimnya sehingga tari dana-dana hanya dibawakan oleh kaum laki-laki saja.
Tari Dana-Dana terbagi menjadi dua fungsi yaitu tari penyambutan dan tari perayaaan. Tari penyambutan biasa ditampilkan pada saat penyambutan tamu sedangkan tari perayaan sendiri ditampilkan pada saat perayaan-perayaan hari besar atau perayaan adat. Tari dana-dana juga memiliki daya pikat tersendiri di bidang pariwisata. Tarian ini juga seringkali dipentaskan dalam rangkaian acara promosi pariwisata provinsi Gorontalo.
Tarian Dana-Dana  ini terus berkembang seiring dengan perkembangan sosial yang ada. Kehidupan remaja masa kini sudah mengalami perubahan yang siginfikan. Oleh karena itu, tarian dana-dana yang notabene adalah tarian untuk para remaja juga terus mengalami modifikasi. Hal ini dimaksudkan agar tarian ini masih dapat diterima oleh remaja di masa kini. Saat ini tarian dana-dana telah mengalami beberapa modifikasi seperti misalnya dikolaborasikan dengan tari cha-cha. Tari dana-dana klasik adalah tarian yang masih mempertahankan keaslian gerakan, irama musik dan aspek lainnya sedangkan tari dana-dana modern adalah tarian yang sudah mengalami modifikasi atau pembaruan baik dari gerakan, musik dan aspek lainnya. Inilah yang membuat tari dana-dana terbagi ke dalam dua jenis yaitu tari dana-dana klasik dan tari dana-dana modern. Akan tetapi, modifikasi yang dilakukan pada tarian ini tetap tidak bertentangan dengan nilai moral dan nilai filosofis dari tarian ini.

seni dan adat istiadat

FESTIVAL MALAM PASANG LAMPU. Warga di Gorontalo menyalakan lampu yang disebut Tumbilohote untuk merayakan ibadah puasa yang akan segera berakhir. Foto oleh Rosyid/Rappler Tumbilotohe, tradisi jelang Lebaran warga Gorontalo yang ramah lingkunganTradisi itu sudah dipraktikan sejak abad ke-15 dan bertujuan untuk memberi penghargaan bagi orang yang telah menjalankan ibadah puasa.
FESTIVAL MALAM PASANG LAMPU. Warga di Gorontalo menyalakan lampu yang disebut Tumbilohote untuk merayakan ibadah puasa yang akan segera berakhir. Foto oleh Rosyid/Rappler
GORONTALO, Indonesia - Perayaan Idul Fitri tinggal menghitung hari. Di Gorontalo, warga memiliki tradisi khusus untuk menyambut perayaan Lebaran yakni “Tumbilotohe”.
Dalam Bahasa Gorontalo, tumbilo bermakna pasang dan tohe adalah lampu. Maka, dapat diartikan Tumbilotohe yakni malam pasang lampu. Tradisi tersebut sudah dilakukan sejak abad ke-15.
“Tumbilotohe dimulai jelang malam, usai salat Magrib hingga menjelang subuh,” ujar salah satu warga Gorontalo, Hasrul Eka Putra yang ditemui Rappler pada Sabtu, 2 Juli.
Di area Bolaang Mongondow (Bolmong), tradisi itu diberi nama “Monuntul” yang berasal dari kata “tuntul” yang berarti alat penerangan. Jika dibandingkan dengan “Tumbilotohe”, maka tradisi di kedua tempat itu memiliki makna serupa.
Tradisi malam pasang lampu ini dilakukan selama 3 malam berturut-turut dan akan berakhir saat malam takbir.
“Monuntul berarti memberi penerangan. Selain untuk menyambut perayaan hari kemenangan, tradisi itu juga sebagai bentuk penghargaan kepada orang-orang yang sudah berpuasa,” kata seorang budayawan di Bolmong, Chairun Mokoginta. 
KONSEP RAMAH LINGKUNGAN 
TUMBILOTOHE RAMAH LINGKUNGAN. Salah satu lampu di festival Tumbilotohe yang menggunakan bahan ramah lingkungan seperti kerang bekas. Foto oleh Christopel Paino/Rappler
TUMBILOTOHE RAMAH LINGKUNGAN. Salah satu lampu di festival Tumbilotohe yang menggunakan bahan ramah lingkungan seperti kerang bekas. Foto oleh Christopel Paino/Rappler
Sementara, di Gorontalo, pemerintah daerah bekerja sama dengan Forum Komunitas Hijau (FKH) Gorontalo. Mereka kemudian pernah membuat Festival Tumbilotohe.
Festival itu berisi partisipasi setiap desa dan kelurahan untuk membuat tumbilotohe terindah, paling kreatif dan ramah lingkungan. Biasanya, warga menggunakan membuat lampu penerangan dengan bahan bakar minyak tanah. Tetapi, sejak tahun 2012 lalu, pemda menyarankan agar warga menggunakan listrik, karena harga minyak tanah yang ketika itu membumbung tinggi.
Namun, FKH mengaku ingin membuat sesuatu yang berbeda. Maka sejak penyelenggaraan festival tahun lalu, FKH mengajak warga untuk membuat tumbilotohe dengan bahan bakar yang ramah lingkungan.
Perwakilan dari FKH menyebut, penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar mahal dan menyebabkan polusi. Sementara, listrik merupakan pemborosan energi.
“Maka sejak tahun kemarin, kami membuat green tumbilotohe. Bahannya selain mudah didapat, juga bisa didaur ulang. Bahan-bahan itu bisa diperoleh dari alam,” kata Awaludin.
Sementara, di tahun ini, panitia mengumpulkan semua lampu yang sudah dibuat saat festival tahun lalu. Lampu itu dikumpulkan di Taman Moodu, Kota Gorontalo.
Lampu-lampu itu kemudian disusun dan dipamerkan kepada pengunjung. Tumbilotohe yang ramah lingkungan, kata Awaludin dibuat dari bahan kulit kimia atau kerang raksasa. Bisa juga lampu itu dibuat dari bambu, pepaya, kelapa dan buah maja.
“Bahan bakarnya diambil dari getah pohon damar, minyak kelapa yang dicampur air, ethanol hingga minyak nilam,” kata dia.
Sementara di Bolmong, tradisi malam pasang lampu mereka dihidupkan dari pemanfaatan limbah plastik dan kaca seperti lampu dari bekas botol air mineral dan minuman energi.
“Ribuan botol kaca dan plastik dikumpulkan. Kemudian, diberi sumbu lalu dirangkai di tanah lapang. Di tengah-tengah dibuat miniatur masjid berbahan bambu dan janur kuning,” ujar Kepala Desa Passi di Bomong, Delianto Bengga.
Ketika malam tiba, maka akan terlihat sangat indah.
Baik tradisi Tumbilotohe dan Monuntul sudah dilakukan setiap tahun. Selain menjadi objek pariwisata, tradisi itu menjadi kearifan lokal dan pengerat warga untuk bekerja sama di penghujung Ramadan. - Rappler.com



seni dan adat istiadat

Air Terjun Taluda’a

Air terjun taludaa terletak 65 km dari pusat kota gorontalo. Ketinggian air terjun ini mencapai 42m serta bentangan 15m menjadikan suatu fenomena alam yang diminati pengunjung. Tidak hanya fenomena alamnya saja tetapi habitat flora dan fauna yang ada di sekitar air terjun. Air terjun ini memiliki air yang segar dan cukup bersih. Untuk mencari lokasi air terjun taludaa sangatlah mudah karena berada dalam wilayah agrowisata.

Air terjun taludaa terbilang masih perawan, karena belum dikelola oleh siapapun. Sehingga untuk menuju obyek wisata dan melakukan aktivitas disini masih gratis. . Fauna yang sering terlihat disekitar air terjun seperti serangga: kupu-kupu, jangkrik, dll. Dengan suasana tenang, pengunjung dapat menikmati kesejukan air terjun tulada.

Untuk menuju kelokasi bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu pemandangan yang dilalui akan membayar rasa lelah pengunjung karena pemandangannya indah dan alami. Selain itu air terjun ini terdapat pada kawasan agrowisata seperti pohon nangka, durian, langsat, dll. membuat perjalanan pengunjung yang berjalan kaki akan tidak terasa karena udara yang sejuk. Terletak di Desa Taludaa, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Propinsi Gorontalo.
14.  Air Terjun Taluda’a
Air terjun taludaa terletak 65 km dari pusat kota gorontalo. Ketinggian air terjun ini mencapai 42m serta bentangan 15m menjadikan suatu fenomena alam yang diminati pengunjung. Tidak hanya fenomena alamnya saja tetapi habitat flora dan fauna yang ada di sekitar air terjun. Air terjun ini memiliki air yang segar dan cukup bersih. Untuk mencari lokasi air terjun taludaa sangatlah mudah karena berada dalam wilayah agrowisata.

Air terjun taludaa terbilang masih perawan, karena belum dikelola oleh siapapun. Sehingga untuk menuju obyek wisata dan melakukan aktivitas disini masih gratis. . Fauna yang sering terlihat disekitar air terjun seperti serangga: kupu-kupu, jangkrik, dll. Dengan suasana tenang, pengunjung dapat menikmati kesejukan air terjun tulada.

Untuk menuju kelokasi bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu pemandangan yang dilalui akan membayar rasa lelah pengunjung karena pemandangannya indah dan alami. Selain itu air terjun ini terdapat pada kawasan agrowisata seperti pohon nangka, durian, langsat, dll. membuat perjalanan pengunjung yang berjalan kaki akan tidak terasa karena udara yang sejuk. Terletak di Desa Taludaa, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Propinsi Gorontalo.